Tuesday, June 29, 2021

Begini Pesan Tokoh Hamas ke Rakyat Indonesia

 Ilustrasi, sumber foto: Reuters

KAYA KIUTokoh Hamas Basem Naim menyampaikan sejumlah harapan dan pesan kepada rakyat Indonesia, setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari ketegangan di Jalur Gaza, Palestina. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pentingnya peran pemberitaan internasional dalam konteks konflik Israel dengan Hamas.

“Menurut saya, saudara-saudara (di Indonesia) dan media di seluruh dunia memiliki tugas yang sangat penting. Entitas Zionis (Israel) kuat karena dua alasan. Pertama, kekuatan militer. Kedua, dukungan dan pemberitaan internasional," kata Naim dalam konferensi pers bersama sejumlah wartawan Indonesia, Selasa (1/6/2021).

“Dukungan internasional sangat bergantung pada citra yang memberitakan bahwa Israel adalah negara paling beradab, mendukung hak asasi manusia, melindungi minoritas. Ini adalah propaganda, bukan fakta," tambah Naim, yang merupakan kepala Biro Hubungan Internasional Hamas.

Naim berharap media dan masyarakat Indonesia berperan dalam melawan propaganda Israel

Naim berharap para jurnalis Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya dapat berperan aktif dalam melawan propaganda yang disebarkan oleh Israel. Zionis, kata Naim, menggunakan berbagai platform untuk memperkuat citra mereka, mulai dari portal berita, Instagram, Twitter, Facebook, bahkan TikTok.

Selain itu, para zionis juga piawai menyebarkan propaganda di dunia maya, seperti tidak mempublikasikan foto-foto yang mengandung kekerasan.

“Mereka menyingkirkan foto-foto seperti serangan di Al-Quds dan Sheikh Jarrah. Jadi sangat penting untuk melawan berita internasional, baik di Indonesia, Malaysia, atau banyak negara," kata Naim.

Dia menambahkan, “perlu untuk menunjukkan bahwa mereka rasis, fasis dan kejam. Kalian memiliki tugas yang sangat penting untuk dapat memilah informasi yang tersebar di media sosial.”


Tidak perlu berita palsu untuk merusak citra Israel

Naim juga mengeluhkan tidak jarang berita yang disebarkan media Islam dianggap hoax atau berita yang direkayasa. Dia pernah mengatakan kepada Uni Eropa dan Amerika Serikat bahwa Palestina tidak memerlukan hoax untuk menjelaskan kekejaman Israel.

"Kami tidak ingin menyebarkan berita palsu, yang kami inginkan adalah berita nyata, kami ingin orang luar tahu apa yang terjadi di sini. Kami ingin orang-orang tahu bahwa Palestina memiliki hak untuk merdeka, bahwa kami sekarang sedang diduduki dan ditindas," terangnya.


Naftali Bennett Bukan Solusi Kemerdekaan Palestina

Naim memberikan gambaran bagaimana dukungan dan berita internasional telah membentuk citra tokoh zionis.

Dalam beberapa hari terakhir, nama Naftali Bennett disebut-sebut sebagai orang yang akan menggulingkan Benjamin Netanyahu dari kursi perdana menteri. Bennett cs disebut sebagai koalisi yang mendukung solusi dua negara atau kemerdekaan Israel dan Palestina.

Namun, Naim membantahnya. Jika media dan publik sedikit lebih rajin menyelidiki profil Bennett, maka semua orang akan tahu bahwa dia tidak lebih baik dari Netanyahu.

“Anda dapat melihat lusinan cerita Bennett, dia berkata bahwa 'Saya telah membunuh ribuan orang Arab, menghancurkan ribuan rumah, mengembalikan Gaza ke zaman batu, dan saya bangga melakukan itu.' Itu contoh yang sangat mudah (bagaimana zionis membentuk citra dan masyarakat dunia untuk memverifikasi informasi),” pungkas Naim.

No comments:

Post a Comment