Saturday, August 28, 2021

Korban Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Turki Naik jadi 8 Orang

 

Ilustrasi, sumber foto: Freepik


Kaya Kiu - Korban tewas akibat kebakaran hutan di Turki naik menjadi delapan pada hari kelima bencana. Dua korban tewas baru ditemukan kembali pada Minggu (1/8/2021) waktu setempat.


Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan kedua mayat itu ditemukan di Manavgat. Saat ini, ada 10 orang yang dirawat di rumah sakit daerah akibat kebakaran tersebut.


Turis di lokasi kebakaran telah dievakuasi


Turis di daerah itu telah dievakuasi dari pantai di barat daya Turki, lapor BBC. Menurut media setempat, evakuasi dilakukan oleh kapal penjaga pantai yang dibantu oleh kapal pribadi dan kapal pesiar.


Dalam video yang dibagikan EHA News di media sosial, ratusan wisatawan di kawasan Bodrum terlihat meninggalkan lokasi dengan berbondong-bondong membawa koper. Api yang masih menyala membuat sebagian langit menghitam karena asap dari api tersebut.


Pemerintah Turki telah mengucurkan Rp 85,4 miliar untuk menangani kebakaran


Mengutip Hurriyet Daily News, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pemerintah telah mengucurkan Rp 85,4 miliar untuk kepentingan penanganan wilayah yang terdampak kebakaran. Erdoan juga bersyukur bahwa pihaknya mendapat bantuan dari Ukraina, Rusia, Azerbaijan dan Iran untuk memadamkan api.


"Ini adalah saat di mana kita membutuhkan persatuan, persaudaraan, dan solidaritas. Alhamdulillah sebagian besar kebakaran hutan terkendali," kata Erdogan dalam pernyataan pers video yang disiarkan oleh Global News.


Erdogan berjanji akan membangun kembali rumah-rumah yang terkena kebakaran


Erdogan berjanji akan membangun kembali rumah-rumah yang terkena dampak kebakaran. Dia menambahkan bahwa dia telah mengerahkan tenaga yang diperlukan untuk itu. Sebanyak 4.000 personel, enam pesawat, 45 helikopter, satu drone, sembilan kendaraan udara tak berawak, 660 petugas pemadam kebakaran, 65, peralatan konstruksi, 117 truk pemadam kebakaran, dan 31 ambulans telah disiagakan dalam tiga hari terakhir.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan menyalakan api.

No comments:

Post a Comment