Wednesday, August 4, 2021

Jumlah BOR ICU di Kota Depok Sudah Capai 71,9 Persen

 

Ilustrasi, sumber foto: ANTARA

KAYA KIUPeningkatan jumlah kasus COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat, mulai terlihat. Salah satunya adalah tingkat keterisian atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit.

Juru Bicara Tim Satuan Tugas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, BOR ICU sudah mencapai 71,9 persen.

"Untuk BOR isolasi 73,4 persen, sedangkan untuk (lokasi isolasi di) Makara dan PSJ (BOR mencapai) 90,9 persen," kata Dadang, Kamis (17/6/2021).

Padahal BOR minggu lalu di bawah 40 persen

Padahal, kata dia, dalam sepekan sebelumnya BOR di sejumlah rumah sakit di Kota Depok di bawah 40 persen. Menurutnya, kenaikan BOR merupakan dampak dari melonjaknya kasus COVID-19.

“Memang dengan peningkatan kasus yang terjadi saat ini, positivity rate kita mencapai 30 persen,” kata Dadang.

Soal zonasi, kata dia, status Kota Depok masih berada di zona oranye. Status tersebut diperkuat dengan skor 1,92 pada pekan ini.


Aktifkan Wisma UI untuk karantina OTG

Dadang menjelaskan, peningkatan COVID-19 tidak hanya terjadi di Kota Depok, sejumlah kota di Jabodetabek mengalami. Satuan Tugas COVID-19 kini telah menetapkan Wisma Makara dan Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia sebagai lokasi isolasi orang tanpa gejala (OTG).

"Saat ini kita evaluasi ketersedian Makara dan PSJ, apakah memang BOR nya terserap di atas 90 sampai 100 persen," kata Dadang.

Sebab, menurut dia, membuka tempat karantina baru akan memakan waktu. Mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan sebagainya.


Menambah ruang untuk pasien COVID-19

Dadang mengatakan, untuk mengatasi BOR, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menambah kapasitas di Wisma Makara UI.

“Selain itu juga beberapa rumah sakit sudah menambahkan bed,” kata Dadang.

Dadang mencontohkan, RS GPI berupaya menambah ruang isolasi.

“Alhamdulilah di GPI sudah ada penambahan itu sebanyak sepuluh bed, Rumah Sakit Bunda juga akan menambah bed,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment