Monday, September 6, 2021

Kantor Polisi di Kolombia Meledak, 14 Orang Terluka

 

Kaya Kiu - Seorang anggota kepolisian yang berdiri di lokasi ledakan bom Kukuta pada Senin (30/8/2021). (twitter.com/monchocabrales)


Ledakan kembali terjadi pada Senin (30/8/2021) di Kukuta, Kolombia, yang terletak tidak jauh dari perbatasan Venezuela. Serangan mendadak di kantor polisi setempat ini mengakibatkan belasan orang luka-luka dan ledakan itu diduga disebabkan oleh bahan peledak yang ditanam di tempat kejadian.


Kejadian ini mengingatkan kita pada serangan bom mobil di Pangkalan Militer Kukuta pada Juni lalu yang menyebabkan belasan orang terluka. Selain itu, pengeboman ini juga menambah rangkaian panjang aksi teroris yang diduga dilakukan oleh kelompok pemberontak sayap kiri Kolombia.


14 orang dilaporkan terluka dalam ledakan bom

https://twitter.com/telesurenglish/status/1432523537693097985?s=20


Ledakan bom di kantor polisi Kukuta pada Senin menyebabkan sedikitnya 14 orang terluka. Sebanyak 12 orang yang terluka merupakan anggota polisi dan dua lainnya warga sipil yang berada di lokasi kejadian.


Dilansir dari El Tiempo, ledakan bom yang terjadi pagi itu terdengar hingga radius beberapa kilometer di kawasan Juan Atalaya. Bahkan membuat ratusan orang yang melintas dan ingin melakukan aktivitasnya panik.


Sementara itu, ledakan bom terjadi tepat di depan kantor polisi yang terletak tepat di samping Jalan Atalaya. Pasalnya, jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Kukuta dengan Catatumbo, Ocaa dan kawasan pesisir Laut Karibia.


Presiden Ivan Duque mengutuk aksi terorisme di Kukuta 

https://twitter.com/Diego_Molano/status/1432362647454994436?s=20


Dikutip dari The Rio Times, sejumlah pejabat Kolombia juga menanggapi kembali terjadinya aksi terorisme di negara mereka. Salah satu dari mereka, Presiden Ivan Duque, mengatakan, "Kami mengutuk serangan teroris di Kukuta, Santander Utara, yang menargetkan kantor polisi Atalaya dan melukai 12 petugas polisi dan dua warga sipil. Tanpa gencatan senjata, kami akan memerangi kelompok kriminal yang mencoba untuk menyerang. meneror wilayah ini.."


Di sisi lain, Komandan Polisi Metropolitan Kukuta, Oscar Antonio Moreno Miranda mengatakan, "Anggota kelompok kriminal telah meletakkan bahan peledak di kursi di depan kantor polisi Atalaya. Suara ledakan yang keras menyebabkan kerusakan pendengaran pada sebuah jumlah korban yang berada di tempat kejadian."


Dilansir dari El Tiempo, seorang warga di Atalaya bernama Gregorio Ortiz juga mengkritik kejadian ini dan mengatakan, “Sejumlah anggota kelompok kriminal telah meletakkan bahan peledak pada sebuah kursi di depan kantor kepolisian Atalaya. Kerasnya suara ledakan mengakibatkan kerusakan pendengaran bagi sejumlah korban yang sedang berada di lokasi kejadian."


ELN dan Pembelot FARC diduga berada di balik serangan bom ini


Sementara itu, menanggapi kejadian ini, pemerintah Kolombia menuduh kelompok gerilya sebagai dalang serangan ini. Menteri Pertahanan Diego Molano tidak secara langsung menyalahkan kelompok pemberontak Kolombia, tetapi mengatakan: "Saya meyakinkan Anda bahwa saya tidak akan menghentikan perlawanan sampai pembelot ELN dan FARC yang telah melakukan kegiatan kriminal di Santander Utara menyerah."


Kukuta adalah ibu kota Departemen Utara Santander yang selama ini menjadi lokasi utama operasi kelompok gerilya Kolombia, pembelot ELN, FARC dan lain-lain. ELN dikenal sebagai salah satu gerilyawan terkuat di Kolombia, sedangkan pembelot FARC adalah sisa anggota FARC yang menolak Perjanjian Perdamaian 2016.


Kelompok tersebut menggunakan perbatasan Kolombia-Venezuela sepanjang 2.200 km sebagai tempat persembunyian. Bahkan beberapa dari kelompok bersenjata ini kerap saling rebut lokasi yang strategis sebagai jalur utama penyelundupan kokain, demikian dilansir Associated Press.

No comments:

Post a Comment