Luhut Binsar Pandjaitan. (maritim.go.id)
Kaya Kiu - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak bereuforia meski kasus COVID-19 sudah turun. Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan.
“Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan. Dan pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan," kata Luhut dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/9/2021).
Pandemi COVID-19 telah mendorong Indonesia untuk berubah
Luhut mengatakan pandemi COVID-19, khususnya varian Delta, telah mendorong Indonesia untuk berubah dengan mengembangkan cara-cara yang baru dan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan. Oleh karena itu, ia meminta kesadaran semua pihak untuk membantu menangani virus corona.
“Untuk itu, kesadaran dan keterlibatan serta dukungan semua pihak mutlak terus dibutuhkan selama pandemik ini masih berlangsung. Menjauhkan ego pribadi demi pulihnya negeri inilah yang sesungguhnya dibutuhkan saat ini,” jelas Luhut.
Luhut menyampaikan angka reproduksi COVID-19 untuk pertama kalinya di bawah satu selama pandemi
Selanjutnya, Luhut memaparkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan angka reproduksi virus corona di Indonesia untuk pertama kalinya di bawah satu saat pandemi, yakni 0,98.
“Angka ini berarti setiap satu kasus COVID-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang. Angka ini juga dapat diartikan pandemik COVID-19 di Indonesia telah terkendali,” jelas Luhut.
Luhut mengatakan penambahan kasus RI di bawah 2 ribu tapi tetap harus waspada
Tak hanya itu, Luhut juga mengatakan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia saat ini berhasil turun di bawah 2 ribu. Untuk wilayah Jawa-Bali, kata dia, kasus harian turun 98 persen dari puncak kasus pada 15 Juli 2021.
“Dengan berbagai perbaikan tersebut, saya bisa sampaikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali,” ujarnya.
Meski begitu, Luhut mengatakan Presiden Jokowi tetap meminta masyarakat untuk waspada dan hati-hati. Sebab, peningkatan kasus bisa terjadi kapan saja.
“Salah satu risiko berasal dari luar negeri, terutama melihat masih tingginya kasus COVID-19 di negara-negara tetangga. Kita juga tidak ingin lagi kecolongan lolosnya varian baru, seperti Mu dan Lambda, masuk ke Indonesia,” ujarnya.
No comments:
Post a Comment